The Smashing Pumpkins

Tuesday, December 14, 2010

Membuat RAID

RAID: Membuat RAID Setelah Harddisk di Partisi

Setelah semua harddisk yang akan di RAID selesai di partisi, selanjutnya kita harus menyatukan semua harddisk tersebut menjadi satu partisi RAID yang dapat kita format dan mount. Berikut ini adalah cara melakukan hal tersebut.


Cara Membuat RAID

Untuk membuat RAID kita dapat menggunakan perintah mdadm dengan option --create. Pada contoh berikut digunakan option --level untuk menset RAID 5, dan option --raid-devices untuk memberitahukan partisi yang akan digunakan untuk RAID.

# mdadm --create --verbose /dev/md0 --level=5 \

--raid-devices=3 /dev/hde1 /dev/hdf2 /dev/hdg1

mdadm: layout defaults to left-symmetric

mdadm: chunk size defaults to 64K

mdadm: /dev/hde1 appears to contain an ext2fs file system

size=48160K mtime=Sat Jan 27 23:11:39 2007

mdadm: /dev/hdf2 appears to contain an ext2fs file system

size=48160K mtime=Sat Jan 27 23:11:39 2007

mdadm: /dev/hdg1 appears to contain an ext2fs file system

size=48160K mtime=Sat Jan 27 23:11:39 2007

mdadm: size set to 48064K

Continue creating array? y

mdadm: array /dev/md0 started.

#

Konfirmasi Inisialisasi RAID

File /proc/mdstat memberikan semua status harddisk RAID. Tolong di konfirmasi bahwa proses inisialisasi berjalan dengan baik dengan cara melihat isi file mdstat dan memastikan tidak ada error message yang berhubungan dengan proses inisialisasi. Jika ada message, tunggu sampai tidak ada message lagi.

# cat /proc/mdstat

Personalities : [raid5]

read_ahead 1024 sectors

md0 : active raid5 hdg1[2] hde1[1] hdf2[0]

4120448 blocks level 5, 32k chunk, algorithm 3 [3/3] [UUU]

unused devices:

#

Perhatikan keberadaan harddisk RAID baru yang bernama /dev/md0. Informasi ini di perlukan untuk langkah selanjutnya.

Memformat Harddisk RAID baru

Selanjutnya, kita dapat memformat partisi RAID baru tersebut. Gunakan perintah mkfs.ext3 untuk melakukan hal tersebut,

# mkfs.ext3 /dev/md0

mke2fs 1.39 (29-May-2006)

Filesystem label=

OS type: Linux

Block size=1024 (log=0)

Fragment size=1024 (log=0)

36144 inodes, 144192 blocks

7209 blocks (5.00%) reserved for the super user

First data block=1

Maximum filesystem blocks=67371008

18 block groups

8192 blocks per group, 8192 fragments per group

2008 inodes per group

Superblock backups stored on blocks:

8193, 24577, 40961, 57345, 73729

Writing inode tables: done

Creating journal (4096 blocks): done

Writing superblocks and filesystem accounting information: done

This filesystem will be automatically checked every 33 mounts or

180 days, whichever comes first. Use tune2fs -c or -i to override.

#

Membuat File Konfigurasi mdadm.conf

Pada dasarnya sistem operasi tidak ingat semua komponen partisi dari RIAD. Informasi tersebut biasanya di simpan di file mdadm.conf. Formating dari file mdadm.conf cukup memusingkan, kita cukup beruntung karena keluaran dari perintah mdadm --detail --scan --verbose akan memberikan format yang kita butuhkan. Berikut adalah contoh hasil outputnya,

# mdadm --detail --scan --verbose

ARRAY /dev/md0 level=raid5 num-devices=4

UUID=77b695c4:32e5dd46:63dd7d16:17696e09

devices=/dev/hde1,/dev/hdf2,/dev/hdg1

#

Cara memasukan keluar ke file konfigurasi adalah sebagai berikut,

# mdadm --detail --scan --verbose > /etc/mdadm.conf

Cara Mount RAID

Langkah selanjutnya adalah menyiapkan tempat mount bagi /dev/md0. Dalam hal ini kita akan membuat satu folder bernama /mnt/raid

# mkdir /mnt/raid

Edit File /etc/fstab

Dalam file /etc/fstab ada informasi semua partisi yang perlu di mount pada saat system di booting. Untuk menambahkan perintah untuk RAID pada harddisk /dev/md0 perintahnya.

/dev/md0 /mnt/raid ext3 defaults 1 2

Jangan menggunakan label untuk harddisk RAID di file /etc/fstab, gunakan nama sebenarnya dari harddisk RAID, seperti /dev/md0. Pada versi Linux yang tua, script /etc/rc.d/rc.sysinit akan mencek file /etc/fstab apakah ada harddisk yang match / cocok dengan harddisk RAID yang ada. Script yang ada tidak akan secara automatis men-start harddisk RAID jika tidak match. Proses mounting harddisk selalu dapat dilakukan belakangan sesudah proses booting. Mounting harddisk RAID yang tidak ada driver yang di load akan menyebabkan korupsi data dan menghasilkan error sebagai berikut,

Starting up RAID devices: md0(skipped)

Checking filesystems

/raiddata: Superblock has a bad ext3 journal(inode8)

CLEARED.

***journal has been deleted - file system is now ext 2 only***

/raiddata: The filesystem size (according to the superblock) is 2688072 blocks.

The physical size of the device is 8960245 blocks.

Either the superblock or the partition table is likely to be corrupt!

/boot: clean, 41/26104 files, 12755/104391 blocks

/raiddata: UNEXPECTED INCONSISTENCY; Run fsck manually (ie without -a or -p options).

Jika anda tidak familiar dengan file /etc/fstab gunakan perintah man fstab untuk memperoleh penjelasan yang lengkap tentang setiap kolom di fstab. Partisi /dev/hde1, /dev/hdf2, dan /dev/hdg1 di gantikan dengan sebuah partisi yang mengkombinasi ke tiganya, yaitu, /dev/md0. Oleh karenanya, kita tidak perlu lagi me-mount partisi yang lama /dev/hde1, /dev/hdf2 dan /dev/hdg1. Pastikan semua referensi ke partisi lama /dev/hde1, /dev/hdf1, dan /dev/hdg1 di beri tanda pagar atau di buang seluruhnya agar tidak di jalankan oleh fstab.

#/dev/hde1 /data1 ext3 defaults 1 2

#/dev/hdf2 /data2 ext3 defaults 1 2

#/dev/hdg1 /data3 ext3 defaults 1 2

Mount RAID Yang Baru

Untuk mount harddisk RAID ada beberapa pilihan perintah / metoda yang dapat kita gunakan, yaitu,

# mount -a

  • Kita dapat juga mount secara manual menggunakan perintah

# mount /dev/md0 /mnt/raid

Cek Status RAID

File /proc/mdstat memberikan status dari semua harddisk RAID. Hal ini dapat di akses melalui perintah berikut,

# raidstart /dev/md0

# cat /proc/mdstat

Personalities : [raid5]

read_ahead 1024 sectors

md0 : active raid5 hdg1[2] hde1[1] hdf2[0]

4120448 blocks level 5, 32k chunk, algorithm 3 [3/3] [UUU]

unused devices:

Sunday, December 12, 2010

Pengertian SSH (Secure Shell Hosting)


SSH adalah aplikasi pengganti remote login seperti telnet, rsh, dan rlogin, yang jauh lebih aman. Dikembangkan pertamakali oleh OpenBSD project dan kemudian versi rilis p (port) di-manage oleh team porting ke sistem operasi lainnya, termasuk sistem operasi Linux. Fungsi utama aplikasi ini adalah untuk mengakses mesin secara remote. Bentuk akses remote yang bisa diperoleh adalah akses pada mode teks maupun mode grafis/X apabila konfigurasinya mengijinkan. scp yang merupakan anggota keluarga ssh adalah aplikasi pengganti rcp yang aman, keluarga lainnya adalah sftp yang dapat digunakan sebagai pengganti ftp.

Dengan SSH, semua percakapan antara server dan klien di-enkripsi. Artinya, apabila percakapan tersebut disadap, penyadap tidak mungkin memahami isinya. Bayangkan seandainya Anda sedang melakukan maintenance server dari jauh, tentunya dengan account yang punya hak khusus, tanpa setahu Anda, account dan password tersebut disadap orang lain, kemudian server Anda diobrak-abrik setelahnya.

Lebih jauh lagi, SSH memungkinkan kita mengamankan koneksi dari pembajakan (Anda sedang terhubung sebagai root ke server, tiba-tiba di tengah jalan ada sabotase, yang tanpa perlu tahu username maupun password Anda bisa langsung melanjutkan sesi Anda yang sedang aktif, dan tentu saja dengan hak sebagai root).

Implementasi SSH yang banyak dipakai saat ini adalah OpenSSH http://www.openssh.org/. Aplikasi ini telah di-port ke berbagai distro Linux. Tinggal diinstall saja tanpa Anda harus compile dari source.

Bila memungkinkan, anda dianjurkan untuk menggunakan protocol versi 2 (dua) dari SSH. Karena SSH2 menyediakan mekanisme enkripsi yang lebih baik sehingga setiap sesi remote login anda lebih terjaga kerahasiannya.